SCEMA – Dalam rangka memperluas wawasan dan meningkatkan mutu pendidikan, SMK Cendekia Madiun baru-baru ini mengadakan kegiatan studi banding/studi tiru ke SMK PGRI 1 Ngawi yaitu pada hari Rabu tanggal 23 Oktober 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk menggali ilmu, bertukar informasi, serta melihat secara langsung praktik terbaik yang diterapkan di SMK PGRI 1 Ngawi, yang dikenal dengan berbagai inovasi dalam pendidikan vokasi. Studi tiru merupakan konsep belajar yang dilakukan pada suatu institusi yang dianggap lebih kompeten dalam suatu hal dengan maksud peningkatan mutu, perluasan usaha, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru, perbaikan dan peraturan perundangan.
Kegiatan studi tiru ini diinisiasi oleh manajemen SMK Cendekia Madiun sebagai bagian dari upaya untuk:
- Memperoleh Inspirasi dalam Penerapan Kurikulum: Melihat bagaimana SMK PGRI 1 Ngawi menyusun kurikulum yang mampu menyesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
- Meningkatkan Keterampilan Guru dan Siswa: Guru-guru SMK Cendekia Madiun belajar tentang metode pengajaran inovatif, termasuk pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang diterapkan di SMK PGRI 1 Ngawi.
- Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan: SMK PGRI 1 Ngawi dikenal dengan fasilitas pendidikan yang mendukung pembelajaran siswa. Studi tiru ini membantu SMK Cendekia Madiun memperoleh referensi dalam pengembangan sarana pembelajaran, khususnya dalam bidang teknologi dan kejuruan.
Rangkaian Kegiatan Studi Tiru di SMK PGRI 1 Ngawi
Kunjungan diawali dengan penyambutan oleh pihak SMK PGRI 1 Ngawi, di mana kepala sekolah, wakasek, dan ketua jurusan ikut serta dalam penyambutan ini. Kegiatan dibuka dengan prolog mengenai profil sekolah dan berbagai pencapaian SMK PGRI 1 Ngawi yang menarik perhatian, seperti jumlah perolehan siswa setiap tahun, prestasi siswa di berbagai bidang, serta keberhasilan dalam menerapkan kedisiplinan dan tanggung jawab kepada siswa. Setelah itu, rombongan SMK Cendekia Madiun diajak berkeliling ke seluruh lingkungan sekolah, seperti kelas DKV, lab komputer, ruang podcast, ruang recording, bengkel teknik, dan ruang praktik bisnis. Di sini, kepala sekolah dan guru dapat melihat langsung bagaimana kegiatan pembelajaran dan praktik yang berkualitas dikelola di SMK PGRI 1 Ngawi.

Selain itu, juga dilakukan diskusi terbuka yang mencakup berbagai aspek pendidikan vokasi, mulai dari metode pengajaran, evaluasi pembelajaran, hingga strategi yang dilakukan SMK PGRI 1 Ngawi dalam menjalin kerjasama dengan industri, dengan masyarakat, dan dengan sekolah-sekolah sebagai calon siswa yang akan bersekolah di SMK PGRI 1 Ngawi. Hal utama yang di unggulkan dan sebagai branding adalah pelayanan. Bagaimana SMK PGRI 1 Ngawi dapat menarik calon siswa yang akamn bersekolah di SMK PGRI 1 Ngawi.
Kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi SMK Cendekia Madiun, di antaranya:
- Peningkatan Pengetahuan Guru: Guru-guru mendapatkan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam pengajaran, seperti teknik mentoring yang efektif, penggunaan teknologi pembelajaran digital, dan pemanfaatan sarana praktek.
- Inspirasi untuk Pengembangan Sekolah: Sekolah mendapatkan inspirasi tentang bagaimana mengelola sekolah dengan lebih efektif, misalnya dengan memaksimalkan peran teknologi dalam pembelajaran dan dengan membangun branding dari sekolah.

Setelah kegiatan studi tiru ini, SMK Cendekia Madiun berharap dapat menerapkan inovasi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah. Beberapa langkah awal yang direncanakan antara lain peningkatan fasilitas praktik, penerapan pembelajaran berbasis proyek, serta meningkatkan kerjasama dengan industri lokal agar siswa semakin siap menghadapi dunia kerja. (Admin)